Tragedi Viaduk Surabaya, Kelalian Dalam Kecelakaan Kereta

SURABAYA

Petuga Polrestabes Surabaya terus mendalami siapa yang bertanggung jawab atas insiden jatuhnya tiga korban jiwa dan 20 orang luka dalam pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara di Tugu Pahlawan, Jumat (9/11) lalu. Pengusutan insiden itu untuk memastikan dugaan adanya unsur kelalaian.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, hingga saat ini insiden tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Seperti sejumlah orang di TKP, penanggung jawab acara Surabaya Membara, Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim dan PT KAI.
Meski petunjuk awal peristiwa itu mengarah kepada insiden kecelakaan, tapi polrestabes terus melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap adanya unsur kelalaian. "Sementara masih kami dalami adanya dugaan unsur kelalaian itu," beber Sudamiran.
Dalam mengusut dugaan unsur kelalaian itu, Sudamiran mengaku berpijak pada Undang-undang (UU) No 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian. Dalam UU itu tercantum jika jalur KA bukan arena bermain. Masyarakat dilarang berada di jalur KA karena sangat berbahaya bagi dirinya dan keselamatan perjalanan KA.
"Kemungkinan terkecil hanya soal kelalaian. Tapi siapa yang lalai dalam insiden kecelakaan ini, masih terus kami dalami," tandasnya.
Sudamiran menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan kepada panitia penyelenggara, mereka mengatakan jika arena pagelaran drama dengan lokasi viaduk cukup jauh. Selain itu, panitia juga sempat mengimbau kepada penonton yang berada di viaduk agar turun lantaran khawatir jika ada kereta api yang lewat.
"Mereka sempat meneriaki para penonton di viaduk dengan menggunakan megaphone," terangnya.
Selain itu mengenai izin acara tersebut, Sudamiran memastikan jika sudah ada pemberitahuan dari panitia. Sehingga untuk sementara polisi belum mendapati adanya dugaan kelalaian dari panitia. "Tapi kami akan memanggil sejumlah saksi lain atas insiden ini," tambahnya Jasa Desain Interior.
Di tempat lain, para pemain drama Surabaya Membara melakukan tabur bunga dan doa bersama di bawah viaduk (jembatan rel KA) di Jalan Pahlawan. Doa dan tabur bunga itu dipimpin M Taufik Hidayat alias Taufik Monyong, penggagas Surabaya Membara. Hipnoterapi Surabaya
Menurut Taufik, tabur bunga dan doa itu dilakukan para pemain agar tiga orang korban yang meninggal dunia dalam insiden Jumat (9/11) malam bisa diterima di sisi Allah dan dihapuskan segala dosanya. "Kami juga kirim doa untuk keselamatan para korban luka yang saat ini masih dirawat di rumah sakit," terangnya.



Komentar

Postingan Populer